Asal Usul

Penggunaan Mikoriza Vesikular-Arbuskular (MVA) sebagai Pupuk Hayati


Mikoriza Vesikular-Arbuskular (MVA) adalah suatu fungi yang bersifat non-patogenik dan dapat berasosiasi dengan kelompok tumbuhan tertentu. Secara umum, asosiasi mikoriza dengan tanaman ada 3 macam yaitu:
  1. Ektomikoriza adalah asosiasi mikoriza dengan membentuk selubung miselium di sekitar akar tanaman
  2. Endomikoriza adalah asosiasi mikoriza dengan menginvasi akar tanaman,
  3. Ectendomikoriza adalah asosiasi mikoriza yang terbentuk karena infeksi jamur ectotropic pada tanaman, dalam hal ini hifa terkumpul dalam sel kortex sehingga menunjukan kemiripan seperti endomikoriza dan ektomikoriza.

Tanaman-tanaman yang memiliki jumlah akar yang terbatas akan memiliki kesulitan dalam menyerap unsur phospat dari tanah. Keadaan tersebut menyebabkan tanaman cenderung membentuk asosiasi dengan mikoriza. Asosiasi mikoriza sangat penting dalam pertanian karena dapat membantu tanaman dalam menyerap phospat dari tanah.

Hifa mikoriza mampu menyebar dari miselium yang ada dalam akar hingga daerah rhizosfer yang cukup jauh. Selain mengikat phospat, mikoriza juga memiliki kemampuan mengikat beberapa unsur mikro seperti tembaga (Cu) dan seng (Zn) dari tanah.Tanaman yang berasosiasi dengan mikoriza diketahui juga mempunyai kandungan hormon pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan tanaman yang tidak berasosiasi dengan mikoriza. Mikoriza mampu meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman air atau kekeringan.

Mikoriza bersifat simbion obligat yang tidak dapat ditumbuhkan pada media yang terpisah dati tanaman inangnya. Oleh karena itulah, proses penyiapan inokulan mikoriza juga berbeda dengan proses pembuatan inokulan lainya dalam kegiatan pembuatan pupuk hayati. Beberapa tanaman yang dapat dijadikan inang dalam pembuatan inokulan antara lain jagung, bawang, sorgum, dan lain-lain.

Inokulan (spora) mikoriza yang difungsikan sebagai starter diperoleh dengan mengisolasinya dari penyaringan tanah yang diketahui mengandung mikoriza. Inokulan yang diperoleh kemudian disterilisasi menggunakan chloramin T dan streptomisin. Setelah disterilisasi, inokulan kemudian dicuci menggunakan air steril (aquades) untuk selanjutnya di inokulasikan pada media tumbuh berupa campuran tanah steril dan pasir dengan perbandingan 1:1.  Media tumbuh yang telah diinokulasi mikoriza kemudian dimasukan ke dalam pot dan ditanami bibit tanaman inang.

Penyiapan kultur mikoriza, saat ini juga dapat dilakukan tanpa menggunakan tanah sebagai media.  Penyiapaan kultur mikoriza tanpa media tanah dilakukan menggunakan bahan seperti gambut, pasir, vermicullite, pasir, kulit kayu, dan lain sebagainya. Penyiapan kultur mikoriza tanpa media tanah diketahui dapat menurunkan risiko terbawanya mikroba tanah yang bersifat merugikan.

0 Response to "Penggunaan Mikoriza Vesikular-Arbuskular (MVA) sebagai Pupuk Hayati"